Pentingnya Kesehatan Mental

 

                Sebelumnya perkenalkan nama saya M. Faza Pramudya M. dari fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya jurusan Sistem Informasi dari Cluster 6. Kali ini saya diberi penugasan tentang pentingnya kesehatan mental. Mohon maaf apabila dalam penulisan banyak yang salah.

Pada zaman sekarang kesehatan mental sudah menjadi topik yang jarang kita bahas. Contohnya di Indonesia topik ini sangat jarang sekali dibahas. Kesehatan mental merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, contohnya mungkin disekitar lingkungan kita banyak orang yang mengalami gangguan jiwa. Sehingga kita harus ajarkan ini kepada masyarakat betapa pentingnya kesehatan mental tersebut karena kesehatan mental ini atau bisa disebut Mental Disorder dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang apapun dan juga dimana saja.

Salah satu faktor yang bisa menjadikan seseorang menjadi gangguan mental adalah lingkungan sekitarnya, seperti  keluarga, teman dekat dan lain-lain. Faktor ini adalah salah satu yang mempengaruhi kesehatan mental orang lain dan akan mengarah kepada gangguan mental apabila seorang individu tidak bisa mengendalikannya. Sehingga kita sebagai remaja yang sangat rentan dengan gangguan kesehatan mental agar bisa mengendalikan lingkungan kita agar tidak mempengaruhi diri kita sendiri. Selain kita harus mengendalikan lingkungan kita peran orang tua juga sangat penting untuk mendidik dan memperhatikan perkembangan social dan emosional anak  karena bagaimanapun juga yang sangat mengetahui sikap dan perilaku anak adalah orang tua mereka sendiri, sehinggga peran orang tua sangat penting dalam hal ini.

Faktor selanjutnya yang juga mempengaruhi kesehatan mental seseorang adalah faktor psikologis. Faktor ini yang paling sering dijumpai pada zaman sekarang ini. Salah satu contohnya adalah depresi. Depresi juga merupakan kelainan mental yang dapat menyebabkan perubahan emosi dan juga dapat mengganggu aktivitas individu tersebut. Banyak orang yang akhirnya mengakhiri hidupnya karena depresi . Menurut WHO (2016) terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta orang terkena skizofrenia , serta 47,5 juta orang terkena demensia. Dengan banyak faktor seperti faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosial dengan penduduk yang juga beranekaragam, maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah setiap harinya. Hal ini berdampak pada beban Negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka waktu yang panjang.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per  1.000 penduduk. Dan secara global Indonesia berada dalam urutan ke-4 dalam daftar Negara dengan tingkat depresi paling tinggi didunia dan berada didalam urutan ke-6 untuk hal gangguan kesehatan mental dan kejiwaan secara keseluruhan.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental adalah dengan memberikan wadah untuk membantu yang memiliki gangguan kesehatan mental dan juga dengan cara menggerakkan orang-orang sekitar kita agar meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental. Dan juga pemerintah agar memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakatnya tentang gangguan mental untuk mengurangi stigma dan salah presepsi yang sering masyarakat pikirkan tentang gangguan mental. Tidak hanya pemerintah lemabga pendidikan juga dapat berperan dengan memberikan pelajaran bagi anak didiknya untuk mengetahui lebih lanjut tentang gangguan mental pada seseorang. Dan juga masyarakat juga agar menghilangkan berpikiran negative terhadap orang yang memiliki gangguan kejiwaan dan mengingat bahwa orang yang memiliki gangguan kejiwaan juga manusia yang memiliki hak akan perhatian.

 

Komentar